welcome to Ngali

Anda sedang memasuki kawasan peristiwa Ngali dan sekitarnya, silahkan tinggalkan komentar anda berikut nama dan alamat email anda

Jumat, 20 Mei 2011

PROPOSAL BANTUAN DANA


PANITIA  PELAKASANA PERBAIKAN DAN PENINGKATAN FASILITAS MASJID/MUSHOLA AL-AKBAR DUSUN LEWI
DESA NGALI KEC. BELO-BIMA
Alamat : Jl. Lintas Tente-Karumbu Dusun Lewu Desa Ngali Kec. Belo – Bima - NTB




Nomor                  : 05/BKM-AL AKBAR/V/2011
Lampiran             :  1 (satu) eksamplar
Perihal                  :  Permohonan Bantuan Dana

Ngali,     Mei 2011
Kepada
Yth. Para Dermawan/Donatur
di _
       Tempat

Assalmualikum Wrahmatullahi Wabarakutuh
Sehubungan dengan adanya perbaikan dan pengembangan fasilitas Mesjid/Mushola Al-akbar Dusun Lewi Ngali, dengan ini kami mengajukan proposal permohonan Bantuan Dana untuk pelaksanan kegiatan dimaksud. Terlampir kami sampaikan proposal tersebut.
Demiikian surat permohonan ini, atas bantuan dan kerja sama yang baik kami sampaikan terima kasih.

Panitia Pelaksana
Ketua,


ARIFIN AB 
Bundel Proposalnya silakan download di sini
lihat kegiatan dalam musholah, download di sini 
read more “PROPOSAL BANTUAN DANA”

Senin, 25 April 2011

DAGELAN PROJECT PARA PENGUASA


Awal tahun 2011 merupakan tahun yang melimpah ruah bagi Pemerintah Desa Ngali. Betapa tidak, setidaknya ada 4 project gendut yang masuk baik dari Pemerintah Kabupaten Bima maupun dari Pemerintah Pusat. Project project ini bernilai ratusan juta rupiah dengan tujuan meningkatkan infrastrutur yang ada di Desa Ngali dan langsung dikelola sendiri oleh aparat desa melalui BPD dan beberapa kelompok pemberdayaan sosial. Sayangnya project project ini malah dijadikan ajang “pamer” kekuasaan dan penggeruk rupiah bagi sang pemegang project tanpa memperhatikan kwalitas dan kewajaran suatu project tersebut. Kenapa begitu?? Karena besarnya nilai project tersebut tidak sebanding dengan kualitas dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Sebut saja project lapangan sepak bola syang terletak di sebelah utara pekuburan Ngali, project bernilai 200 jutaan yang dikucurkan Kementrian Pemuda dan Olahraga ini ngadat sebelum lapangan yang digadangkan sebagai sport center canggih kan terbesar se Kecamatan Belo ini dirampungkan. Dari pengamatan yang terlihat tembok penahan air lihat foto  gunung sepanjang 50an meter sebelah timurnya yang menjadi konsentrasi pembangunannya. Sebelumnya telah digeruk kaki bukit tersebut untuk pembuatan saluran air dan telah diratakan pinggir lapangan tersebut, namun sekarang telah tertimbun tanah dan kerikil kerikil tajam lagi. Dan hal yang sangat ironis dan sangat mencengankan adalah sepasang tiang gawang lihat fotonya yang baru saja berdiri, kemudian sehari setelah project itu di LPJ kan, sekelompok anak muda dengan enteng menggergaji dan merobohkannya lalu ditaruh di depan bengkel Ibu Mene lihat foto tepat di gerbang pekuburan. Ketika dikonfirmasikan ke Kades tentang penggergajian tersebut, malah ditimpali soal hak kepemilikan tanah “ itu haknya orang yang punya tanah” tandasnya sembari merujuk Sulaiman Hamzah sebagai pemilik tanah. Namun demikian masih terdapat satu fasilitas  lapangan volly (belum ada foto) yang dapat dipakai. Sayang tidak banyak warga yang berminat memanfaatkannya karena letak lapangan tersebut sangat jauh dari pemukiman dan warga lebih suka  menggunakan lapangan lama yang terletak di dekat pohon asam di ujung kampo Rade tersebut. Itu yang pertama
Yang kedua adalah project dari Dinas Kesejahteraan Sosial. Sebenarnya program ini adalah bersumber dari Pemerintah Provinsi yang terkait dengan konflik beberapa Desa di daerah NTB. Dari beberapa desa yang ada di NTB, Desa Ngali dan sekitarnya adalah salah satu yang mendapatkan dana tersebut yang jargonnya dikenal dengan istilah Dana Keserasian Sosial(link foto). Project ini dikhususkan untuk menjalankan program program yang sifatnya adalah sosial dan pemberdayaan sumber daya manusia agar masyarakat memahami akibat konflik horisontal yang terjadi dalam masyaraktat selama ini, karena itu masyarakat dapat lebih menjaga keamanan dan ketertiban umum sehingga kelancaran pembangunan dapat tercapai. Dalam konteks Desa Ngali keamanan yang dibangun adalah tidak terjadi lagi konflik antara Desa Ngali dan Desa Renda. Lalu siapa yang menjadi leader Projec ini? Ia adalah seorang Pemuda ganteng (untuk tidak menyebut namanya). Menurut informasi, sebelum ia di tetapkan sebagai Pimpro, terjadi persaingan sengit antara pemuda di Ngali untuk memperebutkan jabatan sebagai Ketua Keserasian tesebut. Bahkan persaingan ini harus diselesasikan melalui lobi hingga ke Kepala Dinas Sosial agar tidak terjadi terjadi kekisruhan antara kelompok pemuda. Maklum saja nilai project ini kisaran 170 juta rupiah.
Lalu apa yang dilakukan dengan duit rakyat sebesar 170 juta ini? Lagi lagi masyarakat harus gigit jari dengan apa yang dihasilkan project ini. Meski tujuan project adalah terkait konflik horisontal dan menjaga ketertiban umum, namun programnya malah ditujukan untuk pembangun fisik seperti membangun saluran air atau drainase gang. Tiap dusun mendapat 1 jatah gang untuk dibuatkan drainase yang anggarannya tentu saja dibuat gendut meski hasilnya jauh dari kwalitas. Contoh nyata anggaran ini dibuat gendut adalah pembuatan tugu keserasian gini nih hasilnya yang nilainya 5 juta rupiah. Tugu dengan tinggi 1,6 m yang terletak di depan sekolah MIN ngali tersebut mestinya hanya kisaran 1 juta, itupun dengan kwalitas terbaik. Namun kenyataannya belum genap sebulan berdiri, namun beberapa bagiannya telah retak dan hancur. Karena itu beberapa warga mempertanyakan niat baik pemegang project ini meski mereka tidak dapat berbuat banyak untuk memprotesnya.
Jika project keserasian berkonsentrasi pada gang-gang, maka project yang satu ini, tepatnya Program PNPM Mandiri lebih mengutamakan pembuatan saluran air tugu PNPM di depan jalan utama. Konsetrasinnya terletak sepanjang dusun Lewi yang dimulai dari Puskesmas dan berakhir di Sori Oi Pa’a. Selain itu, gang gang di dusun Rade juga siap dibuatkan. Sementara di dusun yang lain akan menyusul pada tahap kedua nanti. Sebab project ini dibuatkan dalam 2 tahap. Project yang di laksanakan langsung ole BPD ini agak menyenangkan warga sebab dalam prosesnya seperti penggalian tanah diberikan upah sebesar Rp 7.500 per meter kepada pemilik lahan yang bersedia ikut menggali tanah dengan lebar 80 cm dan kedalaman 90 cm. Sementara tukang batu direkrut dari desa Simpasai, namun material pasir dan batu diserahkan kepada beberapa pemilik benhur dan dumtruk (link foto). Meski menyenangkan dengan imbalan upah, namun sangat disayangan oleh sebagian warga yang mengerti seluk beluk pengerjaan project. Sebab transparansi keuangan yang nilainya ratusan juta rupiah malah disembunyikan. Terlebih lagi kurangnya sosialisasi terhadap warga serta tidak adanya koordinasi dengan anggota masyarakat untuk memberikan masukan dan ide ide yang membangun pembangunan Desa.
Selain 3 project di atas, mungkin project yang satu ini luput dari perhatian warga, tapi masih dikategorikan project gendut dengan keuntungan yang tak kalah gendut pula. Mungkin letaknya jauh dari pemukiman yakni berada di so Tolongali. Project ini sebenarnya adalah pembuatan saluran air atau parit untuk pengairan petani di tolo ngali. Parit ini dibuat untuk menghubungkan air dari DAM Lido menuju ke Rasa sahe yang bertujuan mengairi sawah sawah sepanjang so ngali. Nilainya? Tidak ada yang tahu pasti berapa nilai rupiah dari project ini. Ini disebabkan para broker project ini tidak bersedia memberikan nilai pastinya, tapi diperkirakan tidak kurang dari ratusan juta. Para broker pun adalah orang orang yang bergumul dalam project PNPM pula, dan yang pasti orang orang BPD juga. Masyarakatpun dibuat termangu dan hanya menonton apa yang dikerjakan para broker tanpa melibatkan keinginan dan ide warganya. Pantas saja ketika salah satu warga kemudian memblokir jalan menuju Rasasahe tepatnya di mangge Galence. Salah satu warga ini meminta ganti rugi atas lahan yang dipakai sebagai jalan transportasi angkutan material pekerjaan project ini. Setelah melalui diplomasi khusus (eit..kayaq hubungan Luar negeri saja) alias kompromi dan disepakati jalan damai, tentu saja dengan beberapa lembar kertas bergambar Soekarno Hatta, akhirnya dibukakan jalan tersebut.
Selain dari 4 project di atas, sebenarnya masih banyak project project lain yang tidak luput dari permainan kongkalinkong para penguasa tanpa diketahui oleh masyarakatnya. Andaikan diketahuipun, mereka tidak dapat berbuat banyak. Terkecuali ada beberapa yang lebih bertaji dan memiliki pengetahuan, namun suaranya pun tidak sampai lantang hingga jauh karena ia pasti dibungkam dengan lembaran lembaran soekarno hatta atau kadang akan ditarik dalam anggota kelompok untuk pembagian keuntungannya. Dan pada akhirnya masyarakat hanya bisa menonton dagelan dagelan YANG DIKEBIRI para penguasa dalam kisah ”HARUSNYA KITA GILA JUGA” yang dilantunkan Frangky S. dalam lirik "Zaman Edan" (play this song to franky)
read more “DAGELAN PROJECT PARA PENGUASA”

Kamis, 24 Februari 2011

Ketika Pemekaran di Mulut Singa

kantor desa lewi1
Hujan mungkin belum akan reda, malam makin larut, makin sunyi akan lalu lalang dan teriakan knalpot motor. tapi bukan berarti kartu kartu wajik terhenti putaran di beranda beranda rumah, diemperan emperan kios kecil yang malamnya hanya menjajakan kopi dan mie instan plus telur rebus.
Juatru disinilah anak muda membubulkan asap racun dari lentingan tembakau kelas mild (bukan classmild) yang terkadang suara makian dan ide di debatkan bersama sama dalam lingkaran 5-6 orang untuk mencari bakal pelayan dari sebuah masyarakat, jaman modern menyebutnya sesorang pemimpin. pelayan inilah yang didebatkan, sebab abad ke 21 telah merubah pelayan ini menjadi seorang penguasa, dan terkadang tersemat sebagai penjilat.

Nun jauh di ujung sana (disini, di Ngali maksudnya), Penguasa yang didebatkan adalah siapa bakal calon pemimpin Desa Lewi Ngali. Dengungan pemekaran Dusun Lewi atas Desa Ngali terus menggeliat dalam tongkrongan lingkaran lingkaran kecil di sudut sudut gang, di emperan toko bahkan di majlis taklim langgar dusun. mereka terus membahas perkembangan informasi dari panitia pemekaran yang dalam informasinya telah mengalami perkembangan luar biasa. informasi yang didapat dari panitia pemekaran yang wakili oleh Sadakan dan Abdul Karim (keduanya adalah Ketua dan Sekrretaris Panitia) adalah proposal yang diajukan sejak lebih kurang 3 tahun yang lalu telah diterima oleh Anggota Dewan atau DPR C.q Komisi IX dan telah disetujui. dari beberapa desa yang masuk agenda Pemekaran di daerah Bima ini, salah satunya adalah Desa Ngali dengan urutan ke 8 dari list pemekaran anggota dewan tersebut. selanjutnya adalah dari Pemdes yang menaungi pemerintahan Desa se kabupaten Bima mensyaratkan kepada calaon desa pemekaran untuk membangun kantor desa sementara dan berkoordinasi dengan desa induk tentang pembagian wilayah administrasi dan geografisnya.
Dari sinilah timbul kendala yang dialami oleh Dusun Lewi dalam pemekaran ini, dimana bangunan fisik(foto) dari kantor desa sementara ini belum terwujud dan kesiapan dari desa induk yang belum memberikan rekomendasi atas persetujuan dari pemekaran ini. Dalam posisi belum ada Kantor Desa sementara ini, solusi yang ditawarkan adalah meminjam lahan milik Ilham alias Papa Chan di ujung selatan menjadi alternatif sementara. tawaran ini telah disepakati dan lobi terhadap papa chan berhasil, namun pembangunan fisiknya ini belum nampak padahal papa chan telah memberikan bagian gubuknya yang berupa kios tak terpakai untuk digunakan sebagai kantor desa sementara, tetapi harus dipindahkan dulu dan dipermak alias didandani sepantasnya.
Hingga saat ini semua hal telah dirampungkan, namun ada beberapa isu yang menyebutkan bahwa telah terjadi perpecahan dalam tiga kelompok dari warga pemekaran ini. namun isu ini masih dalam desas desus sebagian kelompok saja yang katanya tidak dilibatkan  dalam hal apapun. (bersambung)
read more “Ketika Pemekaran di Mulut Singa”

Gapura tak bertuah

 hari ini saya tak ingin menulis informasi tentang gapura ini dan apa yang menyebabkan gapura ini saya upload. saya harap teman teman coba secara detail gambarnya. saya rasa ada yang janggal dari apa yang ada dalam gamabrnya(lebih lebih sejarahnya nanti saya akan tulis dalam bentuk news). saya harap ada komentar dari teman teman kira kira apa yang janggal dalam gambar tersebut... selamat mencoba...

lihat lebih banyak disinidi sini
read more “Gapura tak bertuah”

Selasa, 22 Februari 2011

Mohon Komentarnya..

bolehkan saya minta komentar anda tentang bagaiman sikap dan komentar anda apabila Ngali dimekarkan menjadi 4 desa?? mohon komentarnya
read more “Mohon Komentarnya..”

Maulid..... Yoooo

150220111894
Pebruari 2011, tepat di 15 hari bulan ini, kita komunitas muslim sedunia merayakan hari kelahiran Nabi Besar kita Muhammad SAW. sebagai warga muslim, masyarakat Ngali juga turut merayakan hari kelahiran Rasulullah tahun ini. dan yang pertama kali yang membuat acara di Ngali adalah Dusun Lewi. perkumpulan muda mudi dusun lewi membuat acara maulid ini tepat pada tanggal 15 Pebruari 2011 jam 20.00 atau setelah Ba'da Isya. acara dimulai dengan hiburan oleh beberapa bocah yang membawakan skil atau keahlian mereka dalam konteks islam seperti ceramah, hafalan ayat pendek, puisisasi Al Quran dan tidak ketinggalan kasidah Rebana yang menjadi trenmakernya. dan selipan dari muda mudi adalah shalawat Nabi. setelah itu acara inti yakni ceramah agama yang dibawakan oleh Ustad Abas dan ustad Sujarwo memberikan sedikit banyak Tauziah yang intinya adalah mengajak keteladan Rasulullah. sebelum di tutup dengan doa oleh Haji Said alias abu Siwe, pengantar dari aparat desa yang diwakili oleh Arfa Musa, S. Sos i memberikan informasi tentang dana ro rasa ndaita. tapi intinya adalah kita harus bayar PAJAK.(ehhh lama pengantar bapak ini, kayak orang ceramah gitu, bosan ahhh)

hari berikutnya adalah Sigi Nae kebanggaan  kita alias Mesjid Suhada Ngali yang melaksanakan acara Maulid kemudian disusul oleh beberapa mushollah yang lain dengan penceramah penceramah yang berbeda pula. Kemudian tepat di hari minggu 20 Pebruari 2011, mesjid al manar merayakan dengan penceramah dari kota bima. (eh disini lagi nongol pak sekretaris, lama pula beliau berbicara dalam pengantarnya, kayaq tauziah ke 2 gitu. Terus mana pa Kades? mulanya acara sih ada dengan jas hitam plus peci hitam yang rapi nan begaya, tapi giliran 5 menit sebelum sambutannya, ehhhmalah kabur dengan alasan yang entah... Ngacir pake mobil..)
lihat yang ini juga d isini
read more “Maulid..... Yoooo”

Senin, 21 Februari 2011

Kami Ingin Pemekaran

desas desus mengenai pemekaran desa Lewi Ngali telah bergulir sangat kencang di ngali. bahkan sebagian besar warga yang berkumpul di beranda2 rumah tidak pernah abasen untuk membicrakan masalah pemekaran desa Ngali. lebih  jauh mereka selalu membicarakan siapa kandidat Kepala desa yang baru nanti. dari kenyataan inilah muncul beberapa nama yang sering disebut dan bahkan beberapa diantaranya telah terang terangan mendeklarsikan diri meskipun hanya sebatas beberapa kumpulan tongkrongan di kios kios pinggir jalan. dan nama nama tersebut diantaranya adlah Sadakn alias papa Diana, Abdul Karim alais pak Ker, Di atau biasa di panggil Anggur merah, Munir alais Men dan rifi dulla alais pengacara, tak ketinggalan Muslimin SPd alias guru SE juga di gadang gadangkan memiliki peluang besar dari kalangan terpelajar dan anak muda. dari beberapa nama tersebut nama sadakan adalah yang paling gencar dibicarakan dan bahkan digadang gadangkan calon terkuat.
namun yang terpenting bukanlah membicarakan kandidat yang akan maju, tapi mari kita satukan ide dan gagasan untuk bergerak dan menekan proposal ajuan Pemekaran yang telah kita perjuangkan selama ini. syarat syarat yang telah di berikan untuk menjadi sebuah desa juga kita harus siap dibangun yang berupa fisik.

oeweiiii Panitia Pemekaran, jangan kendorkan perjuanganmu dan jangan mau dibelokan oleh penguasa...mari terus berjuang.
read more “Kami Ingin Pemekaran”

Selasa, 02 November 2010

untuk seorang kawan

Baru baru iini kawanku pada baik, entah karena rejeki dari sebuah persahabatan atau karena pada hakekatnya bahwa persahabatan itu adalah saling membantu. tapi yang jelas bahwa pepatah indonesia telah lama ditulis " sejuta kawan belumlah cukup, tapi satu musuh terlalu banyak". entahlah, aku hanya mengerti itu sejak aku smp, ya sejak diajarkan oleh ibu suciwati yang cantik nan putih montok itu.
karena itu pula kemungkinan sahabatku itu semua masing2 mengerti akan sebuah pertalian itu. tapi kadang kita tak akanmengerti jika kau ditusuk dari belakang oleh kawanmu pula. itu pulalah yang terjadi padaku 2 hari kemarin. aku dituduh mengganggu seorang perempuannya. dan yang paling menyakitkan adalah ia memberitahu seorang permpuan yang masih dalam kesadaranku "aku mencintainya". entah geledek apa ketika kau mendengarnya kau akan terhempas dan terbakar. dunia tak seperti yang kau pikirkan kawan!!!
lihatlah mentari pagi yg begitu menyegarkan, lama kelamaan semakin silau, makin panas dan terik hingga kau mengumpat bahwa yang panas tak kau sukai. begitulah kadang kawan itu menyakitkan. tapi selang beberapa menit kemudian matahari memberi keteduhan lain, lalu diperlihatkan pula senja merah di atas bukit jati yang amat terindah, dan ketika kau berada di ujung pantai, senja merah pulalah yang memberi warna di atas hamparan laut itu... pikirlah bahwa hal itu sangat indah.. tapi bagi kawan kita yang satu iini tak memahami ilmu matahari itu....
read more “untuk seorang kawan”